Pengertian Teks Cerita Sejarah Lengkap!

Pengertian Teks Cerita Sejarah Lengkap!

Halo teman-teman kembali lagi bersama saya disini tentunya di qkeiba, pada kesempatan kali ini saya mau membahas materi mengenai pengertian teks cerita sejarah.

Apabila sekolah kita memakai kurikulum 2013 sampai di kelas XII (12) kita akan membaca modul bacaan cerita sejarah, untuk itu alangkah lebih baik kita memiliki bekal terlebih dulu sebelum membaca modul dari guru kita, ayo pahami bersama pengertian, karakteristik, struktur, kaidah, tipe, contohnya.

Menulis teks cerita sejarah wajib melalui tahapan-tahapan berikut ini: 

  1. Memilih topik sejarah
  2. Merumuskan kerangka
  3. Mencari informasi penunjang
  4. Merangkainya menjadi bacaan utuh

Ringkasan merupakan penyajian karangan yang panjang dalam wujud singkat serta efisien.Mengonversi bacaan merupakan merubah suatu bacaan menjadi wujud lain.Bacaan sejarah salah satunya dapat kita ganti kedalam wujud bagan sehingga memudahkan pembacaan serta pengolahan isi sejarah tersebut.

Bagan merupakan pelengkap visual yang bisa dilihat serta menolong pembaca untuk lebih mudah menguasai secara efisien data yang disajikan. Bagan berperan sebagai petunjuk suatu ikatan antara sebagian bagian secara umum tanpa diikuti angka-angka.

Membuat bagan harus diawali dengan memilih peristiwa-peristiwa, setelah itu urutkan sesuai pada kronologinya, singkatlah bagan tersebut dengan bahasa sendiri namun tidak mengganti maknanya.

Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah merupakan bacaan yang mendeskripsikan atau menggambarkan tentang kenyataan serta peristiwa masa lampau yang menjadi latar balik terbentuknya suatu yang memiliki nilai sejarah. Ataupun definisi yang lain ialah bacaan cerita yang bersumber pada catatan-catatan kejadian masa dulu sekali disusun berdasarkan pada fakta fakta yang ditemui yang nantinya akan jadi bacaan realitas sejarah.

Pengertian Teks Cerita Sejarah Menurut Para Ahli

R.Moh Ali

Menurut R.Moh Ali, pengertian teks cerita sejarah ada 3 pengertian yaitu beberapa perubahan-perubahan,kejadian-kejadian, dan peristiwa-peristiwa di lingkungan kita, cerita mengenai perubahan-perubahan,kejadian-kejadian,dan peristiwa-peristiwa di lingkungan kita, dan ilmu yang digunakan untuk menyelidiki perubahan-perubahan,kejadian-kejadian, dan perstiwa-peristiwa di lingkungan kita.

Pengertian Teks Cerita Sejarah Fiksi Dan Non Fiksi

Berikut ini adalah pengertian teks cerita sejarah fiksi dan non fiksi untuk lebih detailnya.

Teks Cerita Sejarah Fiksi

Novel merupakan karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, biasanya dalam wujud cerita. Penulisnya dikatakan novelis.Cerpen merupakan cerita pendek berupa prosa naratif fiktif. Cenderung padat serta langsung pada tujuan nya dibanding dengan karya fiksi yang lain yang biasanya cukup panjang.

Legenda merupakan cerita prosa rakyat yang diturunkan oleh sebagian orang yang betul-betul terjalin.Roman merupakan tipe karya sastra berupa prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya sebagi sifat serta jiwa tiap-tiap. Roman dapat pula dikatakan sebagai cerita percintaan.

Teks Cerita Sejarah Non Fiksi

Biografi merupakan penjelasan kehidupan seorang yang ditulis oleh orang lain.Autobiografi merupakan cerita ataupun penjelasan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri.Cerita Ekspedisi merupakan bacaan yang menggambarkan tentang ekspedisi.Catatan Sejarah merupakan bacaan yang menggambarkan kenyataan ataupun peristiwa masa lampau yang menjadi latar balik sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

Perbandingan Antara Teks Sejarah Fiksi Dengan Non Fiksi


  1. Jalur cerita disusun bersumber pada dunia nyata
  2. Cerminan kehidupan batin seseorang tokoh lebih dalam
  3. Pengembangan kepribadian tokoh tidak seluruhnya terungkap
  4. Menyajikan kehidupan sesuai pemikiran pengarang

Sejarah Non Fiksi:

  1. Tersusun oleh kenyataan yang objektif
  2. Cerminan kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap bersumber pada kenyataan
  3. Menyajikan kehidupan cocok dengan informasi serta sesuai dengan kenyataan

Struktur Teks Cerita Sejarah

Struktur teks cerita sejarah dibagi menjadi 3 kerangka yaitu orientasi, urutan kejadian, dan reorientasi.Berikut pembahasan mendetail mengenai struktur teks cerita sejarah.

Orientasi

Pada bagian ini berisi tentang pengenalan ataupun pembukaan dari bacaan cerita sejarah.Umumnya berisi tentang uraian pendek dari sesuatu kejadian yang dikisahkan.

Insiden ataupun Urutan Kejadian

Pada bagian ini berisi tentang rekaman kejadian sejarah yang di informasikan sebagai urutan peristiwa ataupun waktu dari saat kejadian peristiwa hingga pada akhir peristiwa tersebut. Bagian ini ialah bagian pokok dari bacaan teks cerita sejarah yang umumnya dituliskan secara rinci serta mendetail sehingga para pembaca akan lebih mudah menguasai perihal apa sesungguhnya yang terjadi pada masa lampau.

Reorientasi

Reorientasi ialah bagian akhir dari bacaan teks cerita sejarah.Umumnya pada bagian ini berisi tentang pendapat individu dari sang penulis itu sendiri mengenai peristiwa yang ditulisnya. Tetapi terdapat pula sebagian bacaan cerita sejarah yang tidak menggunakan bagian penutup ini. Itu sah-sah saja sebab bagian ini cuma digunakan sebagai pilihan ataupun opsi saja.

Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah

Berikut adalah 5 ciri-ciri teks cerita sejarah.

  1. Disajikan secara kronologis ataupun urutan kejadian ataupun urutan peristiwa.
  2. Wujud bacaan cerita ulang (recount)
  3. Struktur teksnya: orientasi, urutan kejadian, reorientasi.
  4. Kerap memakai konjungsi temporal.
  5. Isi berbentuk kenyataan.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Karakteristik kebahasaan teks cerita sejarah yaitu dengan terdapatnya pronomina ataupun kata ubah, perkata yang membuktikan peristiwa ataupun kejadian, terdapatnya kata kerja (verba) material, serta konjungsi (kata penghubung) temporal. Untuk lebih jelasnya dapat teman-teman amati dibawah ini.

Pronomina (Kata Ubah)

Pronomina ialah kata yang digunakan untuk mengambil alih barang serta menamai seorang ataupun sesuatu secara tidak langsung.

  • kata ubah orang awal tunggal, misalnya: aku, saya, beta, sahaya;
  • kata ubah orang awal jamak, misalnya: kami, kita;
  • kata ubah orang kedua tunggal, misalnya: kalian, engkau, kau, kamu, dikau;
  • kata ubah orang kedua jamak, misalnya: kalian
  • kata ubah orang ketiga tunggal, misalnya: ia, dia, dia,- nya
  • kata ubah orang ketiga jamak, misalnya: mereka

Frasa Adverbial

Frasa adverbial ialah kata yang membuktikan peristiwa ataupun kejadian, waktu, serta tempat.

Verba Material

Verba material merupakan kata yang digunakan untuk menampilkan sesuatu kegiatan yang memakai fisik dalam melaksanakannya, misalnya membaca, melontarkan, mendesak, serta yang lain.

Konjungsi Temporal (Kata Sambung Waktu)

konjungsi temporal bermanfaat untuk menata urutan-urutan kejadian yang dikisahkan, teks cerita sejarah banyak menggunakan konjungsi (kata penghubung) temporal. Contohnya ialah “setelah itu”,“sehabis”,“kemudian” serta yang lain.

Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk ialah kalimat yang terdiri atas 2 kalimat ataupun lebih yang digabungkan jadi satu kalimat.

Fungsi Teks Cerita Sejarah

Berikut adalah 4 fungsi teks cerita sejarah yang sudah saya rangkum dari berbagi sumber.

  1. Guna rekreatif, membagikan rasa gembira serta bahagia kepada pembaca
  2. Guna inspiratif, membagikan inspirasi, imajinasi, serta kreatifitas buat keberlangsungan hidup berbangsa serta bernegara buat lebih baik lagi
  3. Guna intruktif, bagaikan perlengkapan bantu dalam pembelajaran
  4. Guna edukatif, bisa dijadikan petunjuk serta pelajaran kehidupan untuk manusia dalam berperilaku

Cara Menyusun Teks Cerita Sejarah

Kejadian-kejadian dikisahkan dalam urutan kronologis dari dini hingga akhir. Sebagian kejadian pula membutuhkan aturan bagi urutan kronologis.Dari sekelompok kenyataan (kejadian) terdapat penentuan kenyataan kausal (pemicu)–kenyataan kejadian–kenyataan pemicu.

Apabila penjelasan berbentuk deskriptif–naratif, membutuhkan proses serialisasi, ialah menyusunkan peristiwa-peristiwa bersumber pada prinsip-prinsip diatas.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi
Kejadian yang sangat memilukan terjalin di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi serta Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500. 000 nyawa melayang dalam sekejab di segala tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di wilayah Aceh ialah korban jiwa terbanyak di dunia serta ribuan banguan sirna lebur, ribuan pula mayat lenyap serta tidak di temukan serta ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa
Gempa terjalin pada waktu tepatnya jam 7: 58: 53 Wib. Pusat gempa terletak pada bujur 3. 316° N 95. 854° E kurang lebih 160 kilometer sebelah barat Aceh sedalam 10 km. Gempa ini berkekuatan 9, 3 bagi skala Richter serta dengan ini ialah gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Tepi laut Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Tepi laut Timur India, Sri Lanka, apalagi hingga Tepi laut Timur Afrika.

Kepanikan ini terjalin dalam durasi yang tercatat sangat lama dalam sejarah kegempaan bumi, ialah dekat 500- 600 detik( dekat 10 menit). Sebagian ahli gempa berkata menganalogikan kekuatan gempa ini, sanggup membuat segala bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 centimeter. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, pula merangsang sebagian gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang menyebabkan tsunami menimbulkan dekat 230. 000 orang tewas di 8 negeri. Ombak tsunami setinggi 9 m. Musibah ini ialah kematian terbanyak sejauh sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, serta Thailand ialah negeri dengan jumlah kematian terbanyak.

Kekuatan gempa pada awal mulanya dilaporkan menggapai magnitude 9. 0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9. 3. Walaupun Pacific Tsunami Warning Center sudah menyetujui angka tersebut. Tetapi, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9. 2. ataupun apabila memakai satuan seismik momen( Mw) sebesar 9. 3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2. 5km/ detik ke arah antara utara– barat laut dengan panjang antara 1200 sampai 1300 kilometer. Bagi Koordinator Dorongan Darurat Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negeri( sampai minggu 2/ 1/ 2005) menggapai 127. 672 orang.

Tetapi jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, serta Afrika Timur yang sesungguhnya tidak hendak sempat dapat dikenal, diperkirakan sedikitnya 150. 000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas bonus terletak di Indonesia. Alasannya, sebagian besar dorongan kemanusiaan terhambat masuk sebab masih banyak wilayah yang terisolir.

Sedangkan itu informasi jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Sumatera Utara bagi Kementerian Sosial RI( 11/ 1/ 2005) merupakan 105. 262 orang. Sebaliknya bagi kantor kabar Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168. 183 jiwa dengan korban sangat banyak dialami Indonesia, 115. 229( per Minggu 16/ 1/ 2005). Sebaliknya total luka- luka sebanyak 124. 057 orang, diperkirakan 100. 000 antara lain dirasakan rakyat Aceh.

Bagi U. S. Geological Survey korban tewas menggapai 283. 100, 14. 000 orang lenyap serta 1, 126, 900 kehabisan tempat tinggal. Bagi PBB, korban 229. 826 orang lenyap serta 186. 983 tewas. Tsunami Samudra Hindia jadi gempa serta Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa serta tsunami menelan lebih dari 126. 000 korban jiwa. Puluhan gedung sirna oleh gempa utama, paling utama di Meulaboh serta Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, dekat 50% dari seluruh bangunan rusak terserang tsunami. Namun, mayoritas korban diakibatkan oleh tsunami yang menghantam tepi laut barat Aceh.

Pemerintahan wilayah Aceh lumpuh total, dikala terjalin gempa bumi serta Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri lagi di adakan kegiatan Halal Bi Halal warga Aceh pasca menyongsong lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjalin pada jam 08: 00 Wib dengan 9 Skala Richter Pada bertepatan pada 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas tepi laut barat Aceh. Pas jam 09: 00 Wib satu persatu warga Aceh yang muncul di Istora Jakarta panik sebab ikatan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca- kaca.

Reorientasi
Kejadian ini ialah salahsatu kejadian yang sangat mengenaskan serta sangat banyak memakan korban yang sempat terjalin di Indonesia. Mudah- mudahan peristiwa ini tidak terjalin kembali di negri kita yang tercinta ini.

Sejarah Singkat Bahasa Indonesia

Orientasi
Bahasa Indonesia ialah bahasa nasional negeri Indonesia, Bahasa Indonesia ditetapkan penggunaannya sehabis Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya satu hari sesudahnya, bertepatan dengan mulai berlakunya konstitusi. Bahasa Indonesia pada dasarnya berasal dari bahasa melayu, pada era dulu lebih tepatnya pada era kerajaan sriwijaya bahasa melayu banyak digunakan bagaikan bahasa penghubung antar suku di plosok nusantara.

Urutan Peristiwa
Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara semenjak abad ke 7. Buktinya ditemui prasati di kedukan bukit karangka tahun 683 Meter( palembang), talang tuwo berangka ahun 684 Meter( Palembang), kota kapur berangka tahun 686 Meter( Bukit Barat) Karang birahi berangka tahun 688 Meter( Jambi) prasasti- prasasti itu bertuliskan hurus pranagari berbahasa melayu kuno.

Bahasa Indonesia secara formal diakui bagaikan“ Bahasa Persatuan Bangsa” pada sumpah pemuda bertepatan pada 28 Oktober 1928. Cocok dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda ialah“ Kami putra serta gadis Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Pemakaian bahasa Melayu bagaikan bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin dalam pidatonya pada Kongres Nasional Kedua di Jakarta.

Pada tahun 2008 dicanangkan bagaikan tahun bahasa 2008. Oleh sebab itu, sejauh tahun 2008 sudah diadakan aktivitas kebahasaan serta kesastraan.

Buat peringatan 80 Tahun sumpah pemuda, diadakan kongres IX Bahasa Indonesia pada bertepatan pada 28 Oktober hingga 1 November 2008 di Jakarta. Kongres tersebut hendak mangulas 5 perihal utama, ialah bahasa Indonesia, bahasa wilayah, pemakaian bahasa asing, pengajaran bahasa serta sastra, dan bahasa media massa.

Reorientasi
Pada kejadian Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada bertepatan pada 17 Agustus 1945, sudah mengukuhkan peran serta guna bahasa Indonesia secara konstitusional bagaikan bahasa negeri. Saat ini bahasa Indonesia dipakai oleh bermacam susunan warga Indonesia, baik ditingkat wilayah ataupun pusat.

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan materi mengenai pengertian teks cerita sejarah, semoga materi kali ini dapat bermanfaat sampai jumpa dan terima kasih.